Dampak Kebijakan Trump, Harga Minyak Acuan RI Tertekan
Suka
Komentar

Dampak Kebijakan Trump, Harga Minyak Acuan RI Tertekan

Sementara itu, dalam laporan bulan Februari, International Energy Agency (IEA) mengungkapkan bahwa produksi minyak dari negara-negara non-OPEC mengalami kenaikan sebesar 200 ribu barel per hari, mencapai total 14,31 juta barel per hari.

Di kawasan Asia Pasifik, penurunan harga minyak mentah tidak hanya dipicu oleh faktor global, tetapi juga oleh kekhawatiran pasar terhadap kondisi ekonomi China. Hal ini dipengaruhi oleh indeks Caixin Purchasing Manager Index (PMI) China yang tercatat di angka 51, lebih rendah dari ekspektasi pasar.

Selain itu, terhentinya operasional Crude Distillation Unit di Kilang Kawasaki, Jepang, akibat unplanned shutdown juga turut berkontribusi pada dinamika pasar. Kilang dengan kapasitas produksi 172,1 ribu barel per hari ini dijadwalkan kembali beroperasi pada pertengahan Februari 2025.

Berikut perkembangan harga minyak mentah utama pada Februari 2025 dibandingkan dengan Januari 2025:

-Dated Brent turun US$ 4,08 per barel, dari US$ 79,23 menjadi US$ 75,16 per barel.

-WTI (Nymex) mengalami penurunan US$ 3,89 per barel, dari US$ 75,10 menjadi US$ 71,21 per barel.

Tulis Komentar

0 Komentar